Mahasiswa Keperawatan Unsyiah Efektifkan Posyandu melalui Sistem Lima Meja

0

Ada yang berbeda dari pelaksanaan Posyandu yang dilaksanakan pada hari Senin 20 Mei 2019 di Posyandu Cinta Kasih, Gampong Neuheun , Aceh Besar kali ini. Hal tersebut tidak lain karena telah tersusun rapinya deretan meja Posyandu yang sesuai dengan pedoman sistem lima meja .

Sistem lima meja adalah sistem meja  yang terdapat di Posyandu yang memiliki fungsi masing-masing yang digunakan untuk mengefektifkan kerja dari posyandu. Tidak hanya itu , antrian yang teratur berdasarkan meja juga menjadi pembeda pelaksanaan Posyandu kali ini dengan sebelumnya. Tampak pula berbagai macam poster dan alat-alat pengukuran yang lengkap dalam pelaksanaan Posyandu kali ini.

Sistem lima meja ini merupakan inovasi dari hasil pembinaan dan pelatihan dari kelima mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah yang tergabung dalam Tim PKM-M Grak Limo. Mereka adalah Indri Afrianti, Sorayati Dwi Utami, Dzulhijjah Nur Rizki Nasution, Adzimi Loveta Ginting Suka dan Siti Sara.

Tim PKM-M Grak Limo adalah Tim PKM yang bergerak di bidang Pengabdian Masyarakat  yang memiliki tujuan untuk membina dan melatih kader-kader Posyandu Cinta Kasih, Gampong Neuheun, Aceh Besar untuk menjalankan sistem 5 meja posyandu secara efektif.

Tidak hanya penyuluhan terkait sistem lima meja, penyuluhan lain seperti ASI Eklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), Gizi Bayi & Balita, Pijat Oksitosin (Rolling Massage) dan pijat bayi juga dilakukan untuk menambah keefektifitas dari Posyandu cinta kasih0ini.

Munculnya inovasi dari posyandu yang dilakukan Tim PKM M Grak Limo ini didasarkan pada permasalahan yang beredar di masyarakat. Di mana kurangnya pengetahuan kader akan sistem lima meja ini.

Selama ini kader Posyandu dan masyarakat hanya mengetahui meja pendaftaran, meja pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan meja pelayanan, bahkan di meja pelayanan yang ditampakkan hanya imunisasinya saja.

“Padahal banyak fungsi lain dari meja pelayanan. Tidak hanya itu, kedua  meja  lain yaitu meja pengukuran/penimbangan dan meja konsultasi sering tidak efektif fungsinya.  ” ungkap Indri Afrianti selaku ketua dari Tim PKM Grak Limo.

Menurut Indri, pengefektifan sistem lima meja ini sangat penting karena dengan adanya sistem lima meja, kader posyandu dapat mengetahui apa-apa saja yang tengah menjadi permasalahan di masyarakat terutama masalah kesehatan ibu dan anak.  Kejadian-kejadian seperti bayi atau balita yang kurang gizi juga dapat ditemukan apabila posyandu dapat menjalankan fungsinya secara efektif.

Sebelumnya, pelaksanaan sistem lima meja di Posyandu Cinta Kasih kurang efektif. Hal ini dikarenakan hanya tiga meja saja yang berjalan, yaitu meja pendaftaran, meja pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Meja Pelayanan.Bahkan fungsi dari beberapa meja sering digabungkan oleh kader Posyandu karena tidak mengetahui adanya pedoman sistem lima meja ini.

Dengan adanya pelatihan dan pembinaan dari Tim Grak Limo ini, kami berharap fungsi dari Posyandu semakin efektif dan pengetahuan kader terkait permasalahan yang sering timbul di kalangan ibu dan anak semakin meningkat. “ungkap Indri Afrianti .

Oleh karena itu, Tim PKM M Grak Limo berinisiasi untuk melakukan pelatihan dan pembinaan kader Posyandu Cinta Kasih didasarkan dari permasalahan tersebut. Pelatihan dan pembinaan yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan ini menunjukkan hasil yang cukup baik.

Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pengetahuan kader terhadap pedoman sistem lima meja posyandu, dan beberapa masalah lain yang sering timbul di kalangan Ibu dan Anak seperti ASI Eklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), Gizi Bayi & Balita, Pijat Oksitosin (Rolling Massage) dan pijat bayi.

“ Saya berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa Fakultas Keperawatan Unsyiah dari Tim Grak Limo ini, karena dengan pelatihan dan pembinaan selama beberapa bulan ini, posyandu kami sudah mampu mengefektifkan fungsinya dengan berpedoman pada sistem lima meja“ Ungkap Yuniar, Ketua Kader Posyandu Cinta Kasih.

Leave A Reply