LP3M Tentukan Skala Prioritas Nilai Karakter Mahasiswa Unsyiah

0

 

Pusat Pengembangan Pendidikan (PUDIK) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Syiah Kuala (LP3M Unsyiah) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Karakter Mahasiswa Unsyiah di Ruang Conference FKIP, Kamis (28/3).  FGD ini bertujuan menentukan skala prioritas nilai karakter yang diperlukan oleh mahasiswa Unsyiah.

Prof. Adlim, Ketua LP3M, mengatakan FGD karakter ini sangat penting dilaksanakan karena Unsyiah telah menjadi tempat rujukan Kemenristekdikti bagi universitas di Indonesia untuk melakukan benchmarkingtentang pembinaan karakter. Selama ini penerapan nilai karakter kepada mahasiswa Unsyiah telah dilakukan oleh berbagai unit kerja. Tetapi menurutnya penerapan itu masih bersifat sektoral, sehingga perlu diterbitkan sebuah Pedoman Operasional Baku (POB).

“Saat ini, pembinaan karakter telah dilakukan di berbagai unit di kalangan Unsyiah, seperti asrama mahasiswa, proses pembelajaran, masjid, dan lainnya. Tetapi, Unsyiah perlu menerbitkan Pedoman Operasional Baku karakter untuk dapat dipakai secara formal,” ujar Adlim.

Dr. Sofia, Ketua PUDIK LP3M Unsyiah, dalam paparannya menjelaskan bahwa penerbitan POB karakter Unsyiah melalui FGD ini sangat diharapkan agar nilai karakter dapat diimplementasikan oleh mahasiswa secara baik.

“Unsyiah perlu menerbitkan POB karakter yang dapat dilaksanakan secara bersama.  Rekomendasi nilai karakter prioritas Unsyiah akan dihasilkan pada FGD ini, sehingga  nilai karakter yang telah diterapkan pada SKPI dapat diimplementasikan di dalam masyarakat,” ungkap Sofia.

Ia menambahkan ada beberapa nilai penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa Unsyiah, seperti nilai religiositas, mandiri, sosial, dan etika. Nilai-nilai ini harus dimiliki setiap mahasiswa Unsyiah, sehingga mereka menjadi mahasiswa yang bertaqwa, jujur, bertanggung jawab, amanah, serta peduli.

Dr. Sulastri, pakar karakter yang juga dosen FKIP Unsyiah, menyatakan pendidikan karakter saat penting dimiliki oleh setiap mahasiswa. Sebab menurutnya saat ini, masyarakat dihadapkan dengan fenomena lemahnya daya pikir kritis.

“Kemenristekdikti merasa tersentuh dengan fenomena terjadi di masyarakat, seperti rendahnya kemampuan berpikir kritis. Hal ini menyebabkan masyarakat mudah menjadi korban  penipuan online, misalnya penipuan mendapatkan hadiah undian,” ujar Sulastri.

Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, dosen Bahasa Inggris Unsyiah yang juga fasilitator FGD, mengatakan jika kegiatan ini telah menghasilkan empat nilai karakter utama yang harus dimiliki mahasiswa Unsyiah. Nilai karakter ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang mampu menghadapi tantangan dan meraih kesempatan di era revolusi industri.

“FGD ini telah berhasil menentukan empat skala prioritas nilai karakter yang  perlu dimiliki oleh mahasiswa Unsyiah, yaitu nilai religius, etika, mandiri, dan sosial. Keempat nilai ini dipercaya sebagai modal bagi mahasiswa untuk dapat menghadapi tantangan juga meraih kesempatan di era revolusi industri 4.0,” ujar Iskandar.

Turut hadir dalam FGD ini para wakil dekan dari berbagai fakultas di Unsyiah, kepala UPT, dosen, dan mahasiswa. (Humas Unsyiah/fer)

Leave A Reply