BEM Unsyiah Tuan Rumah Mukernas BEM Se Indonesia

0

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah pada musyawarah kerja nasional Forum Nasional Sosial Masyarakat (Fornas Sosmas) ke VI BEM se-Indonesia. Kegiatan yang diikuti oleh 40 perwakilan BEM seluruh Indonesia ini dilaksanakan mulai tanggal 26 – 30 Maret 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah.

Ketua BEM Unsyiah Rival Perwira mengatakan, mukernas kali ini mengangkat tema Kontribusi Sosial Generasi Emas Indonesia dalam menghadapi era 4.0. Tema ini sengaja dipilih untuk mengangkat kembali semangat mahasiswa Indonesia, untuk bergerak dan berkontribusi nyata dalam memperbaiki kondisi sosial masyarakat Indonesia.

Menurut Rival, seluruh peserta yang hadir dalam mukernas ini bisa dikatakan sebagai  forum kebenaran. Sebab mereka hadir untuk menyuarakan kebenaran atas realita yang terjadi di masyarakat, sekaligus menawarkan solusi agar permasalahan tersebut bisa terselesaikan.

Untuk itulah, Rival berharap, melalui forum ini nantinya bisa melahirkan rekomendasi-rekomendasi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Jadi kita semua jangan pernah takut, kalian adalah mahasiswa yang berjuang karena kebenaran untuk kemaslahatan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Koordinator Nasional Fornas Sosmas BEM se Indonesia Kwartanti Fadjrianti mengatakan, forum ini akan menjadi evaluasi untuk pengurus lama dan memilih pengurus yang baru.  Oleh karena itu, ia berharap setiap peserta yang hadir bisa menyampaikan gagasannya untuk kemajuan bangsa ini. Karena menurutnya, manusia akan habis namun semangat pengabdian dan dedikasi kepada banyak orang tidak akan pernah punah.

“Kegiatan ini dapat mengukur siapa yang ingin mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan ini  adalah langkah baru bagi kita semua untuk mengabdi kepada masyarakat,” ucapnya.

Rektor Unsyiah dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sangat menyambut baik atas terlaksana kegiatan ini. Menurut Rektor, memang sudah saatnya mahasiswa bergerak untuk turut andil menyelesaikan persoalan bangsa. Mahasiswa memiliki peranan penting untuk memutus mata rantai permasalahan bangsa.

Rektor mencontohkan, bagaimana gerakan mahasiswa pada tahun 1998 berhasil menumbangkan pemerintahan orde baru. Semangat dan kepedulian seperti inilah yang harus selalu hadir dalam diri mahasiswa.

“Bangsa kita memiliki semuanya, yang tidak kita dimiliki hari ini hanya satu. Bangsa kita belum kompak, belum satu visi untuk membangun bangsa. Oleh karena itu dari mahasiswalah, saya harapkan semangat ini bisa kembali tumbuh,” ucap Rektor.

Selanjutnya, Rektor Unsyiah tampil sebagai narasumber dalam seminar nasional tersebut, bersama Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan Politik dan HAM Rachmat Fitri HD, M.Pa. Dengan Moderator Muhammad Yasir, yang merupakan Ketua BEM Unsyiah tahun 2018.

Leave A Reply