Tanri Abeng Kuliah Umum di Unsyiah

0

Rektor Tanri Abeng University Dr. Tanri Abeng, MBA mengisi kuliah umum di Universitas Syiah Kuala. Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN di era Soharto itu mengangkat tema, BUMN Lembaga Pelaku Ekonomi Negara dan Politik Ekonomi Inklusif melalui BUMR di Aula FKIP Unsyiah. (Senin, 25/3).

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, Tanri Abeng adalah salah satu contoh manusia sukses di Indonesia yang bangkit dari keterbatasan. Ia lahir dari sebuah pulau yang jauh di  Sulawesi Selatan yaitu Pulau Selayar. Namun karena perjuangan dan semangatnya untuk belajar, telah mengantarkannya menjadi pribadi yang sukses di berbagai bidang. Baik sebagai pengusaha, birokrat maupun akademisi.

“Pengalaman beliau yang panjang tersebut, diharapkan menjadi insipirasi bagi mahasiswa Unsyiah untuk tidak menyerah. Dari manapun kalian berasal, asal punya tekad yang kuat. Insya Allah akan berhasil,” ucap Rektor.

Rektor mengungkapkan, sebelumnya Tanri Abeng pernah datang ke Unsyiah pada tahun 1998 saat Indonesia mengalami kriris ekonomi. Pada masa itu, sebagian besar dosen Unsyiah sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Oleh sebab itu, Rektor berharap pertemuan ini bukanlah kunjungan terakhir dari Tanri Abeng. Karena Unsyiah sangat terbuka untuk melakukan kerja sama dengan Tanri Abeng University dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia.

Tanri Abeng mengungkapkan, bahwa tujuannya datang ke Unsyiah adalah untuk berbagi pengetahuan kepada mahasiswa Unsyiah terkait pengalamannya sebagai seorang eksekutif. Di mana semua pengalaman tersebut telah dituangkan dalam sebuah buku tentang dirinya yang baru saja launching. Buku tersebut ditulis oleh orang Aceh yaitu Fahcri Ali dengan judul Pelajaran bagi Bangsa: 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng.

Dalam buku itu, Tanri mengungkapkan kegelisahannya terhadap fenomena yang dihadapi oleh negara ini. Ia menilai, saat ini perekonomian Indonesia memang terus tumbuh. Namun pertumbuhan tersebut masih sangat ekslusif. Di mana pertumbuhan ekonomi itu lebih banyak dinikmati oleh para pengusaha yang menguasai 50% dari aset  bangsa ini.

Dari prespektif ekonomi Indonesia yaitu ekonomi pancasila, bahwa Indonesia memiliki tiga kelompok pelaku ekonomi yaitu swasta, baik swasta asing atau nasional. Kedua, negara melalui BUMN dan kelompok ketiga adalah, koperasi serta UMKM.

“Kelompok ketiga inilah yang tertinggal luar biasa, dengan kebijakkan ekonomi pasar yang dianut mulai zaman pak Harto sampai masuk zaman reformasi,” ucapnya.

Padahal indikator kemajuan suatu bangsa itu dilihat dari kemajuan perekonomiannya.  Oleh sebab itu, ia mengajak mahasiswa Unsyiah untuk berpikir kritis terhadap kondisi perekonomian bangsa saat ini.

“Sebagai generasi muda, saya ingin mendapatkan jawaban dari anda semua, tentang apa yang menjadi kekhawatiran anda terkait perkembangan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Kepada mahasiswa Unsyiah, Tanri juga mengungkapkan rahasia suksesnya dalam membangun karir dan mewujudkan cita-citanya. Menurutnya, ada dua hal penting yang harus dimiliki seseorang jika ingin sukses, yaitu integritas yang kuat dan ilmu (knowledge) yang dalam.

Turut hadir dalam kegiatan ini Para Wakil Rektor serta beberapa Dekan di lingkungan Unsyiah. Di akhir acara, Tanri memberikan sejumlah buku kepada mahasiswa Unsyiah.

Leave A Reply