Unsyiah Siapkan Konsorsium Kebencanaan di Indonesia

0

Universitas Syiah Kuala bersama dua universitas lainnya, yaitu Universitas Tadulako (Untad) Sulawesi Tengah dan Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat, melakukan audiensi dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., di Gedung Kemenristekdikti, Senayan Jakarta, Jumat 16 Maret lalu. Audiensi ini dipimpin oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng yang juga dihadiri Rektor Untad, Prof. Mahfudz dan Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum.

Dalam pertemuan ini, para rektor menyampaikan inisiatif konsorsium pengembangan dan penguatan kapasitas perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana yang berbasis sains dan teknologi (saintek). Prof. Samsul mengatakan, tujuan pertemuan ini untuk mendorong desentralisasi saintek terhadap isu kebencanaan di Indonesia. Desentralisasi ini dapat dilakukan dari berbagai bidang, seperti penyiapan sumber daya manusia (SDM), penyediaan sarana prasarana riset, penyelenggaraan program akademik, hingga pelatihan yang relevan terkait kebencanaan.

Dengan langkah ini harapnya, daerah rawan bencana dapat melakukan upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana berbasis pengetahuan secara berkelanjutan. Termasuk juga di Aceh yang rentan terhadap bencana alam, seperti gempa, banjir, hingga tsunami.

“Pertemuan ini merupakan inisiatif dari universitas di daerah bencana, termasuk Unsyiah, yang berusaha terus memberikan kontribusi membangun Indonesia sebagai bangsa yang berketahanan,” ujar Prof. Samsul, Senin (18/3).

Unsyiah menurutnya akan berusaha menjadi ujung tombak Indonesia dalam mitigasi bencana, terutama di bidang tsunami. Hal ini telah dibuktikan dengan berdirinya pusat riset tsunami dan mitigasi bencana Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. Pusat riset ini telah menjadi Pusat Unggulan Iptek binaan Kemenristekdikti serta menjadi rujukan para peneliti dunia.

“Kita akan berkolaborasi dengan Untad, Unram, serta universitas lainnya di Indonesia, serta memperkuat kerja sama dengan universitas luar negeri yang selama ini telah bekerjasama dalam penelitian.”

Sementara itu, Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir mengapresiasi gagasan dari tiga universitas ini. Ia berharap konsorsium ini diperluas dengan melibatkan universitas serta perguruan tinggi lainnya yang berada di daerah rawan bencana. Ia juga mengamanatkan untuk segera dilakukan lokakarya sebagai langkah awal merumuskan rencana pengembangan konsorsium kebencanaan di Indonesia. (Humas Unsyiah/fer)

Leave A Reply