Mahasiswa Biologi FMIPA Unsyiah Lepas 29 Ekor Penyu

0

Sebagai bentuk kepedulian terhadap konservasi, sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) FMIPA Unsyiah melakukan pelepasan penyu sebanyak 29 ekor di Pantai Pasie Jalang, Desa Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar. Kamis, 21 Februari 2019.

Kegiatan yang merupakan puncak acara Pekan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA) VI 2019 ini,  bekerjasama dengan PT. Pasha Jaya yaitu  perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan. Pelepasan penyu dimulai pukul 17.00 WIB yang turut dihadiri oleh keluarga besar Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah dan para tamu undangan.

Ketua Biologi HMB FMIPA Unsyiah, Muhammad Firhan Al Azhar, dalam sambutannya mengatakan, pelepasan penyu merupakan aksi simbolis yang menjadi bukti kepedulian terhadap konservasi penyu. “Namun, kita juga harus menanamkan nilai-nilai konservasi didalam diri dan melakukan aksi konservasi secara nyata,” lanjut Firhan.

Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah, Dr. Betty Mauliya Bustam, M.Sc menyebut kegiatan ini sesuai dengan visi Jurusan Biologi, yaitu conservationist atau bergerak dalam pelestarian lingkungan hidup. “Penyu ini hanya sebagian kecil dari sumber plasma nutfah yang ada pada kita saat ini, namun populasinya semakin menurun karena sampah plastik yang dibuang ke laut,” ucap Betty.

Muhammad Haikal Aulia, perwakilan dari PT. Pasha Jaya, berpendapat bahwa perusahaannya menjamin tidak akan menumpahkan minyak ke dalam laut yang dapat mencemari lingkungan. “Lokasi kita sekarang merupakan area dari pekerjaan kami, jadi kami bertanggung jawab untuk menjaga dan mengawasi lingkungan di sekitar area kerja, agar tidak merusak ekosistem laut,” tegas Haikal.

Penyu yang dilepas tersebut adalah penyu yang dikonservasi oleh Jafar, yang merupakan warga sekitar dan aktif dalam konservasi penyu di Pantai Pasie Jalang.

Dalam sambutannya, Jafar berharap seluruh masyarakat dapat peduli terhadap konservasi penyu. Jumlah penyu semakin sedikit akibat maraknya pengambilan telur penyu secara ilegal. Menurutnya, telur penyu yang menetas cukupbanyak, tetapi hanya satu atau dua ekor saja penyu yang akan kembali ke tempat ini untuk bertelur. “Kalau kita terus menganggu keberlangsungan penyu, maka penyu tersebut tidak akan bertelur lagi di sini dan akhirnya penyu tidak ada lagi,” jelas Jafar.

 

Leave A Reply