SBMPTN

Unsyiah Kukuhkan Dua Profesor

0

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengukuhkan dua profesor atau guru besar, yaitu Prof Dr Musri MSc (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan Prof Dr Marwan SSi MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (5/5).

Pengukuhan ini menjadikan jumlah guru besar Unsyiah bertambah menjadi 47 orang. Rektor Unsyiah mengatakan, Unsyiah sangat berpotensi untuk menambah jumlah guru besar secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Potensi itu didukung dengan tersedianya 476 orang tenaga pengajar Unsyiah yang berjabatan Lektor Kepala.

“Hampir 90 persen dari jumlah tersebut berlatar belakang lulusan doktor atau S3, yang merupakan syarat utama menjadi guru besar,” ujarnya.

Menurut Prof Samsul, fakta ini setidaknya bisa memberi harapan bagi Unsyiah untuk secepat mungkin memiliki 100 guru besar atau lebih. Hingga kini, jumlah guru besar di Unsyiah masih relatif minim. Jumlah profesor di Unsyiah masih kurang dari kebutuhan yang ideal untuk sebuah perguruan tinggi berbasis riset dan pengembangan.

“Jadi kehadiran dua guru besar baru ini memang sangat dibutuhkan dalam upaya pembangunan yang berbasis sumber daya dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, meskipun basis kepakaran keduanya berbeda, namun mereka sama-sama menjadikan sumber daya lokal bahari sebagai bagian dari penelitian. Prof Musri berupaya memanfaatkan potensi sumber daya kimia alam bahari. Sementara Prof Marwan berupaya mencari solusi terhadap ancaman bahaya gelombang yang mungkin terjadi.

“Jadi keduanya bisa saling melengkapi untuk mengeksplorasi potensi bahari di Indonesia,” jelasnya.

Rektor Unsyiah mengungkapkan, kepakaran yang dimiliki Prof Musri sangat sesuai dengan kebijakan pembangunan saat ini. Metode bioprospeksi untuk mengekplorasi keanekaragaman hayati bahari yang ditawarkan sangat berpotensi untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selama ini sumber daya laut cenderung terfokus pada segala bentuk sumber daya makanan. Hasil penelitian Prof Musri dapat menguatkan pemahaman lebih luas tentang pemanfaatan sumber daya alam bahari. Selain itu, kepakaran ilmu matematika terapan Prof Marwan bisa menjadi acuan untuk mencari solusi atas ancaman bahaya gelombang laut.

“Bagaimanapun juga, kondisi geografis Indonesia sebagian besar terdiri atas lautan yang perlu diteliti lebih mendalam,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Prof Musri turut menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Bioprospeksi Kimia Bahan Alam. Sedangkan Prof Marwan memaparkan orasi ilmiah yang berjudul Model Matematika Pembangkitan Gelombang Ekstrim di Laboratorium dalam Kaitannya untuk Mengoptimalkan Keamanan Transportasi Laut.

 

Leave A Reply