Deodoran Gayuen Powder Membangkitkan Tradisi Leluhur

0

Saat menjadi mahasiswa, peluang mengembangkan diri tidak hanya dalam kegiatan belajar saja, tetapi juga di luar ruang lingkup kurikulum perkuliahan. Kewirausahaan dan penelitian contohnya, menjadi program yang paling diminati mahasiswa belakangan ini. Karena itu, universitas berusaha menampung kreativitas mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Seperti yang dilakukan mahasiswa yang terhimpun dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang berhasil menciptakan produk deodoran bernama Gayuen Powder. Kelompok PKM ini terdiri dari lima orang yaitu, Cut Sherly Amalia, Ayuni Asriliyani Islami Yaturrahman, Febri Rahmadini, Novira Iswani dari program studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Pina Mastura mahasiswa Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik. PKM-K merupakan program bagi mahasiswa yang didanai oleh Kemristekdikti.

Untuk penamaan produk, mereka lebih memilih menggunakan bahasa Aceh. Gayuen adalah singkatan dari Gapu Kuyuen yang berarti kapur sirih dan jeruk nipis yang merupakan bahan pokok dari produk ini. Kalau pada umumnya deodoran berbentuk roll-on atau spray, para mahasiswa ini lebih memilih mengadaptasi bentuk yang sudah lama ditinggalkan yaitu bubuk. Tujuannya pun sederhana. Mereka ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat Aceh cara tradisional yang dilakukan para pendahulu dalam merawat diri yang saat ini semakin jarang ditemukan.

“Gayuen mencoba membangkitkan kembali tradisi leluhur yang hilang dan terkikis oleh majunya teknologi,” ungkap  Novira, salah satu peneliti.

1463585004373

Ia juga menambahkan, saat ini untuk memperoleh deodoran pun semakin mudah karena produk ini dijual bebas di pasar dengan berbagai brand, aroma dan beragam manfaat selain mencegah bau badan. Namun, sering kali pengguna deodoran hanya memikirkan kepraktisan dalam menyelesaikan masalah bau badan, sehingga mereka lebih memilih produk yang praktis untuk digunakan. Jarang sekali yang memahami jika sebagian besar deodoran yang digunakan selama ini juga berefek samping dan berbahaya bagi kesehatan. Deodoran yang umumnya beredar adalah deodoran yang mengandung komponen kimia berbahaya seperti alumunium, paraben, dan propylene glycol. Hasil penelitian di Inggris menunjukkan penggunaan paraben terus-menerus dapat memicu terjadinya kanker payudara.

Selain menghilangkan bau badan, Gayuen Powder yang memiliki slogan Tidak Perlu Mahal untuk Sehat, Ayo Beralih ke Gayuen juga bermanfaat untuk memutihkan ketiak dan menghambat pertumbuhan rambut pada ketiak. Dengan bahan alami, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan produk ini.

“Jadi di samping untuk menciptakan peluang usaha, kami juga menawarkan produk yang aman bagi kesehatan dengan harga terjangkau. Konsumen pun akan terhindar dari berbagai resiko penyakit serius. Terciptanya produk deodoran alami ini juga untuk melestarikan resep leluhur yang perlahan menghilang akibat modernisasi,” ujar mahasiswa statistika tersebut.

Proses pembuatan Gayuen Powder membutuhkan waktu dua bulan. Novira mengaku tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi ia dan teman-teman. Namun, mereka mengakui jika kesulitan baru dialami setelah produk ini berhasil diciptakan. Di antaranya pengurusan izin BPOM hingga pemasaran.

“Saat ini kami masih memasarkan di kalangan mahasiswa Unsyiah dan kerabat dekat saja. Masyarakat masih takut membeli karena produk ini belum memiliki izin BPOM. Namun, kami sedang berusaha untuk mengurusnya. Kami sudah mengikuti segala tes berkaitan dengan kesehatan dan kelayakan produk. Alhamdulillah hasilnya baik,” ceritanya.

Hadirnya produk ini juga berguna untuk membuka lapangan kerja baru bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin berwirausaha. Sehingga terciptalah sumber daya manusia yang berinovasi tinggi dan mandiri. Mereka berharap Gayuen Powder dapat dipasarkan secara luas dan terus berkembang.

“Kami berharap dapat mengembangkan produk ini menjadi lebih baik, agar nantinya produk ini berguna bagi kesehatan masyarakat,” tutupnya. (ac)

Leave A Reply