White Temple, Kuil Megah di Utara Thailand

0

Bangunan kuil di Thailand sangatlah mudah ditemui. Sama halnya seperti kita menemukan masjid di Indonesia, terlebih lagi di Aceh. Bisa dikatakan, setiap 1 km kita bisa menemukan kuil dengan beragam desain baik berukuran kecil maupun besar. Ini dikarenakan Thailand adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Budha.

Salah satu kuil dengan desain paling beda dan cantik di di kota Chiang Rai adalah kuil putih alias White Temple. Bagi masyarakat Thailand, kuil ini dikenal dengan Wat Rong Khun yang merupakan landmark kota Chiang Rai, salah satu kota di Thailand yang menjadi tujuan wisata terutama dari dunia barat.

img_20161012_174029

Desi Yuliana *Anggota Forum Lingkar Pena Wilayah Aceh.

White Temple merupakan salah satu kuil dengan desain modern dan sangat berbeda dibandingkan kuil lainnya di penjuru Thailand. Pemilik kuil ini adalah Calermchai Kositpipat, seorang seniman dari Chiang Rai. Ia merancang, membangun, dan membuka kuil bagi pengunjung untuk pertama kalinya di tahun 1997. Kositpipat membangun kuil ini agar Chiang Rai menjadi pusat pembelajaran dan meditasi sekaligus memberikan fasilitas bagi orang-orang yang ingin mendapatkan manfaat dari ajaran Budha.

White Temple dibuka untuk wisatawan setiap hari mulai pukul 06:30-18.00 waktu setempat. Sedangkan untuk museum art gallery yang ada di perkarangannya, dibuka sejak pukul 08:00-17:30 sore. Kalau kita membuka situs tujuan wisata seperti tripadvisor.com, White Temple mendapat rating 9,5 dari 10 sebab keindahannya. Bangunan utama kuil didesain rumit dan sekilas tampak seperti lautan berpemukaan putih. Sangat indah dan penuh imajinatif. Bahkan sampai ada kalimat terkenal yang berbunyi “You haven’t truly arrived in Chiang Rai until you visit the amazing White Temple. Maka tak heran, para turis lokal maupun asing memilih kuil ini sebagai one of the most visited attractions in Northern Thailand.

Ada banyak hal yang bisa kita lihat selama berada di kawasan White Temple. Untuk masuk ke pintu bangunan utama, pengunjung akan melewati jembatan yang dibangun di atas danau kecil. Di bagian depannya, terdapat area berbentuk bundar dengan ratusan tangan manusia menengadah ke atas seperti ingin meraih sesuatu. Dalam ajaran Budha, area ini melambangkan perjuangan manusia dan neraka. Ratusan patung tangan ini melambangkan hasrat dan keinginan duniawi yang tinggi. Jembatan ini menandakan jalan menuju kebahagiaan yang didapat dengan menyeberangi rintangan melewati kematian dan kelahiran, serta kebebasan setelah berjuang melawan godaan duniawi. Setelah melewati jembatan, pengunjung tiba di Gate of Heaven yang dijaga oleh dua patung besar yang menggambarkan kematian. Di ujung jembatan, tepatnya di depan bangunan utama, terdapat beberapa gambaran meditasi Budha.

Jpeg

Bangunan paling penting dari Wat Rong Khun disebut ubosot atau ruangan pentahbisan. Semua bangunannya bernuansa putih dengan fragmen kaca yang diplester. Hiasan dalam ubosot menunjukkan beberapa elemen desain klasik dari kuil di Utara Thailand, seperti deretan tiga atap bertingkat dan ular naga modern yang terlihat di seluruh sisi ubosot. Saat masuk ke dalam kuil, pengunjung disuguhkan pemandangan di dalam kuil sebagaimana suasana kuil Budha lainnya. Setiap harinya seorang biksu akan duduk diam bersila di bagian depan kuil. Di samping danau kecil yang mengelilingi bangunan utama kuil, berdiri dua patung Kinnaree yang sangat elegan. Kinnaree merupakan makhluk berbentuk setengah manusia dan setengah burung yang berasal dari mitologi Budha.

Jika ingin mempelajari sejarah Budha, maka pengunjung bisa masuk ke Museum Art Gallery yang berada di daerah belakang kawasan White Temple. Masuk ke museum ini pengunjung tidak diperkenankan mengambil foto atau membuat keributan. Di dalam museum terdapat banyak gambar yang berhubungan dengan ajaran agama Budha. Selain visualisasi dalam bentuk gambar, terdapat juga patung-patung figur, baik figur binatang maupun manusia yang memiliki hubungan sejarah atau yang berkaitan dengan filosofis dalam ajaran agama Budha.

Usai berkeliling dan melihat bangunan kuil, pengunjung bisa menikmati beragam makanan ringan yang tersedia di kafe-kafe kecil di bagian depan kuil. Di sana, terdapat beberapa toko souvenir yang menjual produk-produk khas Thailand yang cocok dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Di sini, saya cukup terkesan dengan home industry Thailand. Berbagai souvenir yang dijual sebenarnya cukup sederhana, tetapi sangat unik sebab diproduksi dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. Saya berharap Indonesia atau Aceh bisa menerapkan hal ini. (ac)

Leave A Reply