The Light of University

0

Bagi masyarakat Aceh, tanggal 2 September adalah hari bersejarah dalam dunia pendidikan di Aceh. Karena pada hari itu, tepatnya tanggal 2 September 1961, Unsyiah resmi berdiri di Tanah Rencong ini. Masyarakat dengan suka rela menyumbangkan tanahnya sebagai lahan berdirinya kampus tertua ini.

Kerelaan masyarakat ini adalah wujud nyata, bahwa masyarakat berharap besar jika saat nanti kampus ini bisa melahirkan generasi-generasi cerdas sehingga bisa membangun Aceh. Mengingat pentingnya hari bersejarah itu, pemerintah Aceh pun menetapkan 2 September sebagai Hari Pendidikan Daerah. Maka wajar saja, bagi masyarakat Aceh nama Unsyiah sudah tak asing lagi. Unsyiah telah melekat dalam hati masyarakat Serambi Mekkah ini. Kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh, begitulah mereka menyebutnya. Sebuah nama yang menjelaskan betapa eratnya ikatan emosional masyarakat Aceh terhadap Unsyiah.

Kini, Unsyiah telah berusia 55 tahun. Selama dalam rentang usia itu, Unsyiah telah meluluskan ribuan putra-putri Aceh dalam beberapa jenjang program studi. Setiap tahunnya Unsyiah meluluskan sedikitnya 3.000 wisudawan. Mereka lulus dengan berbagai disiplin ilmu dan siap terjun sesuai bidang profesinya seperti guru, dokter, ahli kimia, perawat, advokat ataupun peneliti. Mereka inilah yang kemudian bekerja di perusahaan swasta maupun pemerintahan sebagai tenaga kerja terdidik. Secara tidak langsung para alumni Unsyiah turut membesarkan nama Unsyiah dan berkontribusi dalam pembangunan Aceh. Langkah inilah menjadikan Unsyiah semakin dikenal di tengah masyarakat.

Sekarang, pada usianya yang lebih setengah abad. Unsyiah tidak hanya dikenal pada tingkat lokal, tetapi telah meluas di seluruh tanah air. Status Unsyiah sebagai satu dari tiga kampus luar pulau Jawa yang berhasil meraih akreditas A, menjadikan kampus kebanggaan rakyat Aceh ini memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia pendidikan nasional. Sampai-sampai Dirjen Dikti merekomendasikan kampus lain untuk belajar akreditasi di Unsyiah.

rektor-unsyiah-memberikan-amanat-kepada-para-mahasiswa-unsyiah-saat-pembekalan-kkn

Selain itu, beberapa instansi pemerintahan juga kerap menjalin kerja sama dengan Unsyiah. Jika di bidang pemerintahan, umumnya mereka meminta Unsyiah untuk terlibat dalam mendukung program kerjanya. Mereka menyadari jika Unsyiah memiliki banyak tenaga ahli dalam berbagai bidang ilmu. Bagi Unsyiah sendiri kerja sama seperti ini adalah sebuah kehormatan. Selama masih berada pada prinsip yang jelas dan tidak terjebak pada politik praktis.

Tidak hanya unggul di tingkat nasional, Unsyiah juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa Universitas ternama baik di Asia, Eropa maupun Amerika. Umumnya kerja sama ini terkait aktivitas riset bersama maupun pertukaran mahasiswa. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Unsyiah memiliki posisi tawar yang baik karena kualitas kompetensinya.

Semua pencapaian inilah yang menjadikan Unsyiah semakin dikenal luas. Pencapaian seperti ini tentu saja tidak lahir dengan sendirinya. Tapi, ada cerita kesungguhan dan kredibilitas keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Prinsip ini kemudian menjadi karakter tersendiri bagi Unsyiah sebagai institusi dan alumni sebagai pribadi.

“Karena sebenarnya, kita semua ini berperan sebagai humasnya Unsyiah,” begitulah ucap Husni Friady, Kepala Humas Unsyiah saat rapat koordinasi bulanan dengan tim humas.

Kalimat tersebut memiliki makna yang dalam terkait eksistensi Unsyiah. Bahwa setiap orang di Unsyiah baik itu mahasiswa, dosen, pegawai ataupun pimpinan Universitas memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa nama baik Unsyiah kemanapun ia berada. Oleh sebab itu, Rektor berharap kepada segenap civitas akademik Unsyiah, kontribusinya di masyarakat harus bisa melahirkan prespektif yang baik terhadap Unsyiah. Sederhananya, setiap orang adalah cahaya Universitas atau The Light of University. Karena di manapun berada, ada tanggung jawab untuk menjadi penerang bagi yang lain. (ib)

 

 

Leave A Reply