Onward And Upward!

0

Bunga-bunga mulai mekar, musim semi telah tiba. Sudah setahun, aku berjuang menyusun proposal disertasi, tapi belum juga dinyatakan siap untuk sidang proposal. Ada saja komentar baru, dan memang benar adanya. Dari soal grammar, citation, methods, sampai critical analysis yang kurang tajam. Menjelang masa-masa evaluasi kandidasi doktor, jantung semakin berdebar. Kepala semakin terasa penuh dan berat. Namun di satu sisi, aku mensyukuri sebab supervisorku selalu punya kata-kata motivasi.

Beberapa minggu terakhir menjelang proposal defense, supervisor sering mengakhiri dengan kata-kata: onward and upward! Onward artinya terus maju ke depan, sama seperti move forward. Sedangkan upward artinya bergerak meninggi, membumbung vertikal ke atas. Jadi dapat diartikan: ayo, maju terus membumbung tinggi!

Memang kita selalu bergerak, sadar ataupun tidak selama kita masih hidup. Orang yang beruntung mampu bergerak maju dan meningkatkan kemampuan dirinya. Orang yang kurang beruntung hanya bergerak di tempat dan ke belakang, berputar-putar, atau terjun bebas terjatuh dan tidak mampu bangkit lagi. Mereka kerap disebut gagal move on.

Saya akui, ada masa di mana kita merasa kalah dan sulit untuk maju. Berhenti saja dulu. Namun, setelah tidur dan berpikir beberapa hari, kita bisa menjernihkan pikiran dan maju kembali. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kita mampu maju dan membumbung tinggi.

auburn-rosa

dr.Hj. Rosaria Indah, M.Sc (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Peneliti TDMRC, PhD Student di University of Sydney, Australia)

 

  1. Pajang Tujuan Akhir di Depan Mata

Ibarat berjalan ke tempat yang belum pernah kita kunjungi, pastikan alamat tujuan ada dalam genggaman kita. Maka, penting bagi kita untuk selalu melihat hasil yang kita inginkan dan berhasil membayangkannya ada di depan mata.

Pada perang dunia II, para penjahit Inggris ditugaskan menjahit parasut terjun payung. Mereka harus bekerja 8-10 jam sehari untuk menjahit ribuan parasut selama bertahun-tahun. Tapi, para penjahit selalu membayangkan bahwa parasut itu akan dipakai oleh banyak prajurit yang mungkin saja adalah suami, anak, atau kakak laki-laki mereka yang ikut wajib militer untuk menyelamatkan ribuan orang lain. Akhirnya, mereka berhasil menyelesaikan ribuan parasut itu dan menghalau Jerman dari negerinya.

Dahulu saat menyusun skripsi aku membayangkan jadi sarjana akan memudahkanku mendapat pekerjaan, mampu menolong orang, membuat kedua orang tua tesenyum. Ketika berjuang meraih gelar master, aku membayangkan ekspresi mahasiswaku yang senang belajar jika dosennya terampil mengajar. Kini, aku bayangkan masyarakat yang lebih puas dengan layanan dokter Indonesia. Mimpi itu perlu! Always see the big picture!

 

  1. Tetapkan Jadwal Harian

Jika kita memiliki jadwal harian yang memacu untuk terus bergerak tanpa perlu banyak berpikir, maka penggunaan waktu akan terasa lebih efektif. Seperti kereta api, ia sampai pada waktu yang tepat di setiap stasiun karena ia berjalan di rel yang pasti, tidak belok ke jalur lain. Maka, kereta api lebih tepat waktu daripada bus atau angkutan lain yang mudah berubah jalur.

Rencanakan jadwal kerja harian, mingguan, bulanan Anda yang tak mudah berubah sekehendak hati, walaupun tetap memiliki fleksibilitas. Jadwal orang sukses biasanya tersusun rapi dan kegiatannya beriringan dengan tujuan akhir. Mengurangi waktu untuk melamun, menerawang tak tentu arah, update status facebook, instragram, twitter yang terkadang menghabiskan banyak sekali waktu berharga Anda.

 

  1. Buatlah Diagram Perkembangan Anda

Pertama, tuliskan perkembangan yang Anda rasakan dibandingkan satu atau enam bulan yang lalu atau setahun yang lalu. Mengulangi kemajuan itu sebenarnya lebih mudah karena kita sudah pernah melakukannya. Tidak usah menunggu dipuji oleh dosen, teman atau kerabat. Mari mensyukuri kemajuan kita setiap hari. Jika pun pujian itu datang, bonus namanya. Jangan terlalu sering mengumpulkan kelemahan sehingga Anda merasa minder. Kecuali untuk menjaga kerendahan hati dan memperbaiki kualitas belajar. Seperti kata-kata Elizabeth Harrison (1842-1927), pahlawan pendidikan anak usia dini dari Amerika,“Those who are lifting the world onward and upward are those who encourage more than critize”. (mr)

Leave A Reply