Ikhwan Reza, S.T Alumni Sipil Pencipta Kepo Syariah

0

Menjadi pribadi bermanfaat bagi orang lain tentu menjadi karakter yang harus dimiliki setiap manusia. Seperti salah satu hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Ajaran inilah yang menjadi pedoman bagi Ikhwan Reza, alumni Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, yang berhasil menciptakan Kepo Syariah, aplikasi berbasis ilmu pengetahuan agama Islam. Aplikasi ini terinspirasi dari beberapa temannya yang ingin belajar agama Islam, tapi malu untuk menemui guru atau ustaz. Alasannya pun beragam, mulai dari faktor usia, faktor jarak, bahkan ada yang takut dianggap tidak pernah belajar ilmu agama.

“Ada teman saya dari Indonesia timur, dia ingin belajar agama Islam. Usianya sudah 25 tahun dan baru 5 tahun memeluk Islam. Bahkan, cara shalat saja dia tidak bisa. Dia malu untuk datang ke ustaz belajar membaca Alquran karena umurnya tidak muda lagi. Saya yakin, masih banyak anak muda kita yang memiliki masalah serupa di mana mereka malu menemui ustaz. Ada juga sebagian malu bertanya karena menyangkut hal-hal pribadi yang sangat privacy,” ceritanya.

day-1_2679

Selain alasan di atas, keinginan Ikhwan menciptakan aplikasi Kepo Syariah juga untuk memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain. Terlebih lagi ia terinspirasi dari teman-teman Korea yang ia temui saat mengikuti program Indonesia–Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015 ke Korea Selatan yang merupakan bagian dari program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Di program ini, hampir semua pemuda Korea telah memiliki produk yang telah mereka kembangkan.

Ikhwan tak menampik, ia menghadapi banyak kendala saat mengembangkan aplikasi Kepo Syariah. Terutama tentang kode pemrograman yang sering membuatnya kebingungan.

“Tapi, sedikit-sedikit saya mulai mengumpulkan ide dan melihat kode pemrograman yang bisa saya pelajari dan fungsikan sesuai keinginan saya. Ketika mendapatkan masalah atau error, saya berkonsultasi dengan teman-teman yang lebih berpengalaman,” jelasnya.

Selain itu, ada juga beberapa kendala yang harus ia hadapi, seperti masalah dana, dukungan server, dan google developer. Berbagai keterbatasan ini mengakibatkan Ikhwan kesulitan menemukan tim yang solid dalam mengembangkan aplikasi ini. Hasil pendapatan dari Kepo Syariah saat ini, belum mampu menutupi masalah tersebut. Tapi, ia pantang menyerah. Ikhwan dan tim giat mengikuti lomba untuk mendapatkan tambahan dana.

Terkait dengan nama aplikasi ini, pemuda yang aktif di organisasi Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) ini, mengaku memiliki beberapa calon nama lain, seperti konsultasi syariah, pusat konsultasi syariah, tanya ustaz, dan ustazku. Tapi, karena sasaran utama adalah anak muda, maka ia mencari nama yang dekat dengan kehidupan anak muda.

“Maka, jatuhlah pilihannya ke Kepo Syariah. Karena dalam bahasa anak muda sekarang, kepo artinya kepingin tahu. Jadi, Kepo Syariah bisa diartikan kepingin tahu tentang ilmu agama,” kata penggemar stand up comedy ini.

Kepo Syariah adalah aplikasi islami yang menyajikan berbagai tanya jawab Islam dan konsultasi syariah tentang kehidupan sehari-hari. Aplikasi tanya jawab syariat Islam ini memfasilitasi penanya dengan ustaz sehingga mampu menjawab permasalahan dan menjadi panduan dalam belajar agama Islam. Pembahasan di aplikasi ini mencantumkan berbagai pendapat sehingga dapat menyejukkan dan menghindari perdebatan yang menjurus saling tuding-menuding.

Alumni IKYEP ini mengaku mendapatkan kepuasan tersendiri saat mampu memberikan solusi dari masalah yang dihadapi orang lain. Terlebih lagi, banyak pengguna aplikasi mengaku sangat terbantu sebab dapat bertanya tanpa perlu malu karena privasi mereka terjaga. Harapan Ikhwan pun sederhana, ia ingin para pemuda lain juga berpartisipasi memberikan solusi dari setiap masalah yang ada di dalam hidup ini.

“Dimana pun kita berada, jadi apapun kita, tidak ada yang bisa menghentikan anak muda untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” tutupnya. (ac)

Leave A Reply