Activation Energy

0

Pernahkah Anda memperhatikan pohon bambu? Pohon yang tumbuh berumpun ini cukup kokoh meskipun diterjang angin kencang. Penampakannya pun sangat khas. Rimbun berumpun dengan batang tinggi menjulang serta daun lancip serupa rumput. Salah satu kekhasan lainnya terletak pada akar pohon bambu yang memiliki kekuatan hebat.

Pembentukan akar inilah yang menyita banyak energi dari bambu, terutama di tiga hingga lima tahun pertama pertumbuhannya. Alasan ini yang membuat pohon bambu tumbuh sangat lambat dalam lima tahun pertama. Walau setiap hari disiram dan dipupuk, pohon bambu hanya tumbuh beberapa puluh centimeter saja. Namun, dibalik itu, pohon bambu sebenarnya sedang memfokuskan energinya demi pertumbuhan akar di dalam tanah. Akar bambu tumbuh sedemikian rupa sehingga memiliki kekuatan yang luar biasa. Secara kasat mata, pertumbuhan bambu akan terlihat setelah empat tahun dengan akar yang tumbuh subur. Setelah pertumbuhan akar selesai, batang bambu muncul dan berkembang sangat cepat.

Tumbuhan bambu sesungguhnya menyajikan pelajaran berharga bagi manusia. Bagaimanapun, dalam setiap proses kehidupan ada saatnya kita harus bersabar dan memfokuskan energi untuk menata segala sesuatu lebih benar. Sehingga proses selanjutnya akan berjalan dengan lancar. Seringkali masa bersabar ini berada di tahap permulaan, ketika segala sesuatu masih terlihat baru dan di luar kebiasaan. Banyak energi yang dibutuhkan untuk melewati fase ini. Namun, secara kasat mata proses ini terlihat stagnan, tidak ada kemajuan, bahkan cenderung membosankan, dan sangat melelahkan.

pixabaycom3

Tidak heran jika di fase ini banyak orang yang tidak sanggup bersabar dan bertahan sehingga menyerah pada keadaan. Mungkin saja mereka dipengaruhi oleh ungkapan “awalnya saja sudah begini, apalagi nanti”. Padahal ini hanyalah permulaan. Jika proses awal ini terlewati, umumnya tahapan berikutnya akan mudah dilalui. Seperti bambu yang difitrahkan Sang Pencipta untuk bersabar selama proses pertumbuhan. Tapi pada akhirnya, kesabaran ini berbuah kemudahan sehingga tumbuh pesat dan sangat nyaman setelah menyelesaikan lima tahun pertamanya.

Dalam reaksi kimia, masa ini disebut proses aktivasi. Dan idealnya, proses ini berlangsung relatif lambat dan menghabiskan banyak energi. Namun demikian, ketika titik puncak energi tercapai, reaksi akan berjalan cepat dan menghasilkan produk yang diinginkan.

Suatu ketika, bisa saja energi aktivasi tidak tercukupi sehingga reaksi urung terjadi. Namun, energi yang telah diberikan tidak dapat dikumpulkan lagi sebab ia telah terkonsumsi, meski energi ini tidak sampai menghasilkan reaksi. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika proses aktivasi ini terhenti di tengah jalan, karena hanya menghabiskan banyak energi tanpa ada keuntungan.

Sebaliknya, jika kita sanggup bersabar dan bertahan, meski berjalan sangat pelan, tapi proses masih tetap bergerak ke depan. Tidak bisa dinafikan jika sebagian orang membutuhkan energi yang sangat tinggi dan waktu yang sangat lama untuk melewati energi aktivasi ini. Namun, dalam perjalanan ada banyak kejadian yang memberikan kita pelajaran. Semua itu membuat kita menjadi pribadi berbeda setiap harinya. Sehingga idealnya, kita akan menjadi lebih bijak, lebih cerdas, dan lebih bertenaga setelahnya. Itulah yang akhirnya membuat kita menjadi pribadi luar biasa.

Rahasia ini bukan saja terletak pada kestabilan fondasi yang telah tertanam kuat dan mencengkeram di dalam tanah. Tapi juga dikarenakan banyaknya pelajaran yang berhasil kita kumpulkan selama proses pencapaian energi aktivasi ini. Sehingga jangan heran, jika goyangan, cobaan, dan goncangan yang datang di kemudian hari tidak mampu memberikan kerusakan yang berarti.

Namun demikian, kekuatan dan kestabilan akar bukanlah satu-satunya yang menentukan ketangguhan rumpun bambu untuk tegak berdiri meskipun digoyang angin kencang saban hari. Ini artinya, energi aktivasi juga tidak cukup untuk menentukan hasil yang ingin dicapai. Salah satu faktor lain yang tidak kalah menentukan adalah fleksibilitas dalam menghadapi tantangan dan rintangan.

Pohon bambu memiliki struktur batang mirip ilalang, tapi dalam skala raksasa. Oleh karena itulah ia memiliki fleksibilitas layaknya ilalang di tengah padang. Fleksibilitas batang pohonnya melahirkan daya adaptasi yang luar biasa terhadap terpaan angin kencang. Ketika ada badai banyak pohon-pohon lain patah dan tumbang, tetapi rumpun bambu justru berdiri tegar.

Bayangkan, jika kita sebagai manusia mampu belajar dari bambu tentang kesabaran untuk menumbuhkan dan memantapkan fondasi sebelum melakukan kegiatan, mungkin akan sedikit dari kita yang terjungkal dalam perjalanan. Apalagi jika kesiapan ini ditunjang oleh kemampuan beradaptasi, sehingga kita selalu akan terlihat lentur dan tenang ketika tantangan dan rintangan datang dari kanan-kiri.

 

Ilham Maulana

*Wakil Dekan III FMIPA Unsyiah

Leave A Reply